Selasa, 24 Mei 2016

MANFAAT WEBGIS SECARA GARIS BESAR


Secara garis besar WebGIS merupakan pengembangan dari aplikasi GIS berbasis web, sudah banyak manfaat yang dirasakan oleh pengguna terutama informasi yang dibutuhkan. Sebagai contoh ketika terjadi Tsunami di Aceh bukti kehebatannya baru dapat kita analisa jika sudah ditampilkan kedalam bentuk peta. Gambar tersebut dapat memberikan banyak arti dan informasi lebih jika dilengkapi dengan data-data yang akurat. Nah informasi tersebut sangat berguna bagi masyarakat yang ingin mengetahui dampaknya lewat WebGIS.

Secara garis besar WebGIS berisi database yang berupa data jaringan jalan, fasilitas transportasi, saluran pemutusan, sarana pemadam kebakaran, sarana bangunan dan sebagainya. Data-data tersebut ditampilkan dalam bentuk map atau sebuah peta, dengan koordinat-koordinat tertentu yang berisi informasi bermanfaat.

Berikut beberapa Manfaat dari WebGIS antara lain:

  1. Tersedianya peta atau informasi yang berbasis WebGIS yang tersusun dengan baik, akurat, mudah dibaca, dan mudah dimengerti oleh awam sekalipun, baik berupa data maupun peta skematik.
  2. Mendukung perencanaan makro jaringan jalan, transportasi, sistem drainase, sarana dan prasarana pemadam kebakaran di Kota Surabaya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
  3. Mengembangkan peta digital yang canggih berbasis WebGIS untuk mempermudah pengguna mengakses pencarian data dan informasi tentang jaringan jalan, fasilitas-fasilitas transformasi umum dan lain-lain dengan mudah dan cepat.
  4. Menganalisa data dan membuat mekanisme yang sesuai serta dapat diterapkan
Lanjutan PENGERTIAN APLIKASI GIS

MEMBUAT PETA BERBASIS WEB MENGGUNAKAN OPENLAYERS



MENGENAL OPENLAYERS, MEMBUAT PETA OPEN SOURCE BERBASIS WEB

OpenLayers adalah library Javascript murni yang digunakan untuk menampilkan data peta di berbagai web browser, yang sifatnya gratis dan Open Source. Artinya OpenLayers mampu menampilkan sumber peta dari GoogleMap, BingMap, YahooMap dan Server Peta Gratis yang berbasis WMS (World Map Server). OpenLayers tidak membutuhkan dependecies atau ketergantungan dengan Server, artinya jika suatu saat nanti ada Sumber Peta yang berbayar ditutup misalnya Bing Map atau Google Map, maka kita tidak perlu khawatir, OpenLayers mampu diubah agar mengambil sumber peta dari Map Server (Provider Peta) yang lain.
Beberapa keuntungan yang kita dapatkan sebagai Programmer atau Developer Web ketika memakai OpenLayers bersifat Open Source dan Free ini, antara lain :

1.    Membuat web dengan menampilkan Layer Peta dari berbagai Layanan Pemetaan seperti WMS (Web Map Service), GoogleMap, BingMap, YahooMap, dan OpenStreeMap secara bersamaan, dalam satu tampilan.
2.    Membuat web pemetaan tanpa perlu membayar lisensi sehingga biaya pembuatan web dapat ditekan seefisien mungkin dengan hasil seoptimal mungkin.
3.    Tanpa kekhawatiran Layanan Web Peta milik Perusahaan Software Komersial seperti GoogleMap, BingMap dan YahooMap yang tidak 100% Gratis bisa sewaktu-waktu menjadi berbayar penuh atau dimatikan layanannya oleh Perusahaan Software yang bersangkutan, karena dengan OpenLayers kita selalu bisa memakai OpenStreetMap dan WMS yang memiliki Layanan Free (Gratis).
4.    Mempunyai Aplikasi Peta yang memiliki fasilitas lengkap seperti mendukung Javascript, Base Map, Multi Layer, Navigasi (Zoom In, Zoom Out, Pan), Marker, Info Window, Popup, Draw Object Point, Polyline, Polygon dan masih banyak lagi.
Untuk menjalankan OpenLayers bisa kita download dahulu Package-nya di Web Official-nya disini.
Kemudian untuk mencobanya kita buat script HTML Javascript dengan nama base.html, letakkan di  openlayers/base.html, ketikkan kode program sebagai berikut :
<html>
<head>
  <title>WMS - OpenLayers</title>
    <script src="http://openlayers.org/api/OpenLayers.js"></script>
    </head>
    <body>
      <div style="width:100%; height:100%" id="map"></div>
      <script defer="defer" type="text/javascript">
        var map = new OpenLayers.Map('map');
        var wms = new OpenLayers.Layer.WMS( "OpenLayers WMS",
            "http://vmap0.tiles.osgeo.org/wms/vmap0", {layers: 'basic'} );
        map.addLayers([wms]);

        // Add layer switcher control
        map.addControl(new OpenLayers.Control.LayerSwitcher());
        map.zoomToMaxExtent();
      </script>

</body>
</html>

File tersebut bisa dijalankan dengan Web Server, misal XAMPP, letakkan di folder xampp/htdocs/openlayers, atau dengan cukup meletakkan di direktori openlayers/ dan membuka langsung dengan klik dua kali sehingga tampil di WebBrowser.

Hasilnya :



Artikel Terkait Lainnya KOREKSI GEOMETRI DENGAN QUANTUM GIS

MENGENAL WEBGIS DAN KEGUNAANYA



Apa itu webGIS?
Sebagai Sistem informasi, webGIS berfungsi utama untuk memberi informasi. Informasi Apa? Informasi geografis dan sifat di dalamnya. Lo & Yeung mendefinisikan GIS  sebagai suatu sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menampilkan data informasi bergeoreferensi. Dengan tambahan web- di depannya, mengindikasikan media yang dipakai untuk menampilkan informasi ini berada pada media online.

Apa kegunaan webGIS?
Kegunaan webGIS sangat banyak, salah satu yang utama adalah interoperability data spasial sangat efektif. Data dapat dipindahtangankan dengan cepat, semua pengguna dapat memanipulasinya secara realtime dan semua tim berada pada projek yang sama.
Berikut beberapa kegunaan webGIS diantaranya :
  • Aplikasi webGIS masuk dalam segala perspektif usaha; baik engineering, science, dan bisnis
  • Mermudahkan dalam melihat gambaran besar suatu permasalahan dengan melihat berbagai skala.
  • Semua orang dapat terlibat menggunakan aplikasi ini, baik untuk melihat, menambah, atau mengubah informasi yang ada.
Apa dulu yang dipelajari untuk tahu webGIS?
Pelajari gambaran umum mengenai arsitektur webGIS. Apa saja yang membentuk webGIS. Apa saja sistem, hardware, software, skill, yang dibutuhkan dalam membentuk webGIS.




Seperti nama depannya, web-, sistem informasi ini berjalan dengan perantara media online. Dalam arsitektur media online ada istilah yang dikenal sebagai client dan server.Komputer pengguna, seperti kita-kita disebut client, dan komputer sistem pembuat/ developer disebut server. Contohnya bila kita buka twitter, facebook, anda menggunakan browser yang ke depan disebut web-client. Saat anda mengetikkan alamat website pada kolom URL di browser favorit anda, anda mengirimkan perintah kepada server untuk menampilkan halaman website. Perintah itu ditulis dalam bahasa URL. Setelah sejumlah proses rumit di dalamnya, si server balik lagi ke web-client dan mengirim file yang anda mau dalam bentuk HTML.
Dalam contoh gambar di atas, bukan hanya informasi tekstual yang kita minta namun informasi peta. Web-client meminta peta ke server, lalu kemudian di tangkap oleh Super Gate yang bernama Server Web. Server Web ini adalah muara yang gueede sekali dimana semua website akan berada disitu. Karena informasi anda bukan informasi biasa, dia teruskan ke pada Server Aplikasi (bisa berupa Postgre/PostGIS CGI atau ArcGIS Server). Di dalam server aplikasi ini data yang anda mau dicari di bagian map server (bunker penyimpanan basis data spasial). Setelah ketemu kemudian dibalikin lagi dengan arah runtutan yang sama.

Apa saja contoh webGIS yang beredar saat ini?
Seperti yang dibilang sebelumnya, webGIS saat ini masuk ke dalam semua lini usaha diantaranya :
1.  webGIS untuk mengoptimlkan penggunaan jalan raya. 



2. webGIS untuk mengkoordinasikan utilitas bawah tanah dan utitlitas infrastruktur lainnnya 



3. webGIS untuk koordinasi kependukakan di pemerintah daerah.




Untuk konsep WEBGIS dapat dibaca di artikel selanjutnya KONSEP DASAR WEBGIS

PEMETAAN TERESTRIAL MENGGUNAKAN SURVER



Dalam pengukuran lapangan atau terestrial, surveyor seringkali menggunakan piranti ukur lapangan seperti theodolith, total station, compass survey, GPS geodetic, maupun cors. Dari alat-alat ukur tersebut, akan menghasilkan data pengukuran yang dapat didownload. Kebanyakan dari alat ukur tersebut mendukung tipe file yang umum digunakan seperti *.xlsx, *.csv, *.txt, *.gpx, maupun *.grd, sehingga dapat diproses dan diolah lebih lanjut menjadi sebuah data perhitungan. Sebagai contoh data luas bangunan, volume genangan, bukit, kemiringan lahan, beda tinggi, maupun jarak antar titik. GIS mengakomodasi kepentingan semacam ini, sehingga surveyor tidak lagi kerepotan ketika merepresentasikan hasil pengukuran mereka dalam wujud peta. Berikut sedikit ulasan mengenai pemetaan data terestrial menggunakan software Surfer.
  • Buka aplikasi surfer. Dari menu utama pilih New Worksheet untuk mengunggah data terestris hasil pengukuran.
  • Pilih Open untuk input data hasil pengukuran. Atau opsi lain dapat pula entri data secara manual ke dalam worksheet.
  • Save untuk menyimpannya. Menu utama Window - Plot1 untuk kembali ke workspace awal tadi.
  • Konversi data entri tadi menjadi format grid file. Dari menu utama - Grid - Data ( pilih data yang baru saja disimpan sebelum tahap ini).
  • Pilih kolom koordinat x,y,z - OK. Jangan lupa folder destinasi pada output grid file juga perlu diingat agar pemanggilan datanya mudah.
  • Setelah berubah menjadi data grid, baru dapat diolah menjadi peta kontur, wireframe, relief, profil, dan lain sebagainya.
  • Untuk membuat peta kontur, dari menu utama pilih Map - Contour Map - New Contour Map.
  • Pada kotak dialog, pilih data *.grd yang baru saja dibuat - Open.
  • Langkah kerja tersebut berlaku juga ketika ingin membuat perhitungan volume, cut-fill, representasi wireframe, post map, share-relief map, maupun surface.
  • Selamat mencoba..


Artikel Terkait KONVERSI WEB MAP KE GARMIN MAP

PENGENALAAN DRONE UNTUK PEMETAAN



Menurut wikipedia Drone adalah Pesawat tanpa awak atau Pesawat nirawak dalam bahasa inggrisnya Unmanned Aerial Vehicle atau disingkat UAV, adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilotatau mampu mengendalikan dirinya sendiri, menggunakan hukum aerodinamika untuk mengangkat dirinya.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  terkait dengan wahana terbang tanpa awak (drone)saat ini cukup pesat. Berbagai tipe drone dengan bermacam-macam spesifikasi dan variasi harga saat ini tersedia di pasaran. Menanggapi hal tersebut, maka diperlukan sosialisasi tentang manfaat  yang bisa diperoleh dari penggunaan drone. Salah satu penggunaan drone  adalah dalam teknik mengambil gambar atau foto udara untuk keperluan survei pemetaan, sehingga dapat digunakan untuk mendukung akuisisi data spasial. Penggunaan drone dalam bidang Geospasial saat ini sangat diminati karena pengoperasiannya yang relatif mudah dan selain itu biaya relatif terjangkau dibandingkan dengan sistem satelit khususnya citra satelit resolusi tinggi.


Untuk mengoperasikan Drone tidak boleh seenaknya harus mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 90 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak, yang disahkan pada 12 Mei 2015.Peraturan tersebut diterbitkan guna meningkatkan keselamatan penerbangan terkait pengoperasian drone di ruang udara yang dilayani Indonesia dari kemungkinan bahaya yang ditimbulkan karena pengoperasian drone.
Adapun rencana terbang (flight plan) untuk drone setidaknya harus memuat informasi sebagai berikut:
  • identifikasi pesawat 
  • kaidah penerbangan (instrument atau visual) dan jenis penerbangan (uji performa, patroli, survei & pemetaan, fotografi, pertanian, ekspedisi, dll)
  • peralatan yang dibawa (kamera, sprayer, crank, dll)
  • bandara/titik lepas landas
  •  estimated operation time
  • cruising speed
  • cruising level
  • rute penerbangan
  • bandar udara/titik pendaratan dan total estimated elapsed time
  • bandar udara/titik alternatif
  • ketahanan baterai/bahan bakar
  •  jangkauan jelajah pengoperasian dan area manuver pengoperasian
Untuk artikel terkat pemetaan dapat dilihat DIGITASI PETA DENGAN DRONE